|
There are no translations available
Pelayanan PendidikanMotto : Anak Cerdas dan Berkarakter Ada +/- 36.1 juta masyarakat Indonesia yang miskin termasuk didalamnya anak-anak Indonesia, sebagian besar hidup dalam dunia keras penuh kesulitan. Coba saja lihat pri-kehidupan anak-anak miskin yang harus berjuang keras untuk bertahan hidup (menjadi pengamen, pengemis, pemuling, ojek paung, buruh pabrik dan sebagainya). Hampir tidak ada waktu untuk bersekolah dan bermain seperti layaknya seorang anak. Tidak ada lagi kesempatan utntuk potensi belajar apalagi mengembangkan potensi. Bukan karena mereka tidak mau peduli dengan masa depan, tetapi karena minimnya kesediaan fasilitas umum, misalnya: Sekolah mahal, kemiskinan dan sebagainya. Ditambah lagi sikap budaya masyarakat yang cenderung keras serta ekspotatif terhadap anak membuat mereka tidak sempat menikmati hak-hak mereka. Mereka kehilangan hak-hak mereka sebagai anak. Mengingat anak-anak adalah asset potensi dan generasi penerus cita-cita perjuangan bangsa yang memiliki ciri dan sifat khusus, kelangsungan eksistensi bangsa dan Negara di masa depan akan amat tergantung kualitas pertumbuhan mereka. Agar tiap anak mampu memikul tanggung jawab itu dan perlu mendapat kesempatan seluas-luasnya untuk memperoleh Pendidikan yang Layak. Yang di maksud dengan pendidikan secara luas adalah membangun Watak Manusia sebagai pribadi dan mahluk sosial, baik dalam keluarga, sekolah dan pergaulan. Mendidik bukan sekedar mengembangkan kecerdasan, melainkan membentuk anak seutuhnya termasuk Hati dan Wataknya. Mendidk berarti memajukan apa yang baik, membentuk anak Berkepribadian dan Indivi du yang Berguna. Mendidik adalah penerusan dari generasi ke generasi semua nilai spiritual yang member pada hidup suatu Arti dan Isi. Penerusan ini tidak terjadi dengan bicara melulu, melainkan dengan member teladan secara nyata didalam Sikap Hidup Kita. Pendidikan merupakan kegiatan yang dapat berjalan efektif melalui Institusi Formal (mis: Sekolah) maupun Non Formal. Seorang anak belajar tidak hanya didalam kelas sewaktu berinteraksi dengan gurunya melainkan pula pada saat dimana dia bermain dengan teman-temannya atau pada saat bekerja membantu kegiatan orang tuanya. Pendidikan pada dasarnya merubah aspek-aspek sebagai berikut: ········ a. Intelek (Pikiran) – Menambah Pengetahuan b. Kehendak – Melakukan yang baik dan menolak yang jahat c. Perasaan – Membangkitkan apa yang mulia dan indah dalam hati Pada akhirnya pendidikan seharusnya bukan merupakan persiapan untuk hidup, pendidikan harus menjadi hidup itu sendiri. |