Skip to content

You are here:Home arrow Programme

Kami melayani di bidang pemberdayaan masyarakat, dengan kegiatan meliputi: Perkebunan, perternakan dll..

More...

Kami melayani di bidang air bersih. Mengingat begitu pentingnya air bagi manusia, namun masih banyak saudara-saudara kita yang kesulitan mendapatkan air bersih untuk kehidupan mereka..

More...

Kami melayani di bidang kesehatan masyarakat, dengan mendistribusikan perbaikan gizi kepada anak-anak dan warga miskin dengan total 48.795 anak berupa telur, kacang hijau, sayur sop, sosis, buah, susu, puding, biskuit, roti, kolak..

More...

Kami melayani di bidang pendidikan, dengan area Pelayanan di 31 desa dan kami dan berhasil mewisuda 310 dari 13 TK yang berada di bawah naungan Yayasan Bina Mandiri Indonesia..

More...
Programme
AIR BERSIH DAN SANITASI PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Thursday, 18 February 2010
There are no translations available

Air Bersih dan Sanitasi

Motto: Masyarakat Bersih dan Berkarya

 

 Kebutuhan akan sumur dan air bersih menjadi sangat penting sejak dahulu, lebih-lebih pada akhir-akhir ini dimana sumber air bersih semakin berkurang karena pencemaran air.

Tanpa air bersih kehidupan manusia menjadi suram dan lingkungan hidup menjadi layu sebab air adalah sumber kehidupan, terlebih di daerah kumuh. Air adalah kebutuhan pokok untuk kelangsungan hidup, mandi, mencuci, minum dan masak untuk sekeluarga serta membersihkan dari semua kotoran-kotoran yang melekat.

Baru 70% warga ibu kota Jakarta saja menggunakan jamban pribadi atau MCK (Mandi, Cuci, Kakus) umum untuk membuang hajat, artinya ada lebih dari 2.80 juta warga jakarta yang tidak menggunakan jamban untuk keperluan membuag hajat setiap hari, mungkin mereka membuang hajat di selokan/kali.

Genangan air, saluran got-got yang tidak mengalir kerena terhalang oleh tumpukan barang-barang/sampah yang dibuang sembarangan adalah tempat yang sangat ideal untuk berkembang biaknya nyamuk.

 

Last Updated ( Saturday, 20 February 2010 )
 
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Thursday, 18 February 2010
There are no translations available

Pemberdayaan Masyarakat

Motto : Masyarakat Terampil dan Produktif

Kemiskinan harus kita lawan dengan membimbing dan memberdayakan mereka agar mereka memperoleh ketrampilan dan kemampuan untuk meningkatkan kehidupan perekonomian mereka.

 

   Mendorong prakarsa, kreativitas dan spontanitas masyarakat setempat agar mengambil inisiatip dan peran serta meningkatkan dan menumbuhkan kehidupan ekonomi keluarga secara pribadi secara pribadi maupun dalam kelompok masyarakat sesuai dengan kemampuannya masing-masing.

 

   Menumbuhkan, memelihara semangat komitmen serta loyalitas masyarakat yang di bina agar tetap menjadi Gerakan Bersama. Didalam memajukan perubahan perbaikan lingkungan dan ekonomi masyarakat setempat.

Mendorong sikap saling terbuka,duduk bersama, berbagi untuk melakukan perubahan bersama menuju pada perbaikan tingkat kehidupan.

 

   Keterbatasan dalam bentuk pendampingan, pelatihan-pelatihan, penyuluhan, hidup bersama mereka dan menyusahakan saran dan prasarana, agar mereka pada akhirnya bisa mandiri dan berbagi pengalaman dengan yang lain.

Last Updated ( Saturday, 20 February 2010 )
 
PENDIDIKAN PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Thursday, 18 February 2010
There are no translations available

Pelayanan Pendidikan

Motto : Anak Cerdas dan Berkarakter

  Ada +/- 36.1 juta masyarakat Indonesia yang miskin termasuk didalamnya anak-anak Indonesia, sebagian besar hidup dalam dunia keras penuh kesulitan. Coba saja lihat pri-kehidupan anak-anak miskin yang harus berjuang keras untuk bertahan hidup (menjadi pengamen, pengemis, pemuling, ojek paung, buruh pabrik dan sebagainya). Hampir tidak ada waktu untuk bersekolah dan bermain seperti layaknya seorang anak. Tidak ada lagi kesempatan utntuk potensi belajar apalagi mengembangkan potensi.

    Bukan karena mereka tidak mau peduli dengan masa depan, tetapi karena minimnya kesediaan fasilitas umum, misalnya: Sekolah mahal, kemiskinan dan sebagainya. Ditambah lagi sikap budaya masyarakat yang cenderung keras serta ekspotatif terhadap anak membuat mereka tidak sempat menikmati hak-hak mereka. Mereka kehilangan hak-hak mereka sebagai anak.

   

Mengingat anak-anak adalah asset potensi dan generasi penerus cita-cita perjuangan bangsa yang memiliki ciri dan sifat khusus, kelangsungan eksistensi bangsa dan Negara di masa depan akan amat tergantung kualitas pertumbuhan mereka.

    Agar tiap anak mampu memikul tanggung jawab itu dan perlu mendapat kesempatan seluas-luasnya untuk memperoleh Pendidikan yang Layak. Yang di maksud dengan pendidikan secara luas adalah membangun Watak Manusia sebagai pribadi dan mahluk sosial, baik dalam keluarga, sekolah dan pergaulan.

     Mendidik bukan sekedar mengembangkan kecerdasan, melainkan membentuk anak seutuhnya termasuk Hati dan Wataknya.

      Mendidk berarti memajukan apa yang baik, membentuk anak Berkepribadian dan Indivi du yang Berguna.

      Mendidik adalah penerusan dari generasi ke generasi semua nilai spiritual yang member pada hidup suatu Arti dan Isi. Penerusan ini tidak terjadi dengan bicara melulu, melainkan dengan member teladan secara nyata didalam Sikap Hidup Kita.

      Pendidikan merupakan kegiatan yang dapat berjalan efektif melalui Institusi Formal (mis: Sekolah) maupun Non Formal. Seorang anak belajar tidak hanya didalam kelas sewaktu berinteraksi dengan gurunya melainkan pula pada saat dimana dia bermain dengan teman-temannya atau pada saat bekerja membantu kegiatan orang tuanya.

      Pendidikan pada dasarnya merubah aspek-aspek sebagai berikut:

········ a.     Intelek (Pikiran) – Menambah Pengetahuan

             b.     Kehendak – Melakukan yang baik dan menolak yang jahat

             c.      Perasaan – Membangkitkan apa yang mulia dan indah dalam hati

     Pada akhirnya pendidikan seharusnya bukan merupakan persiapan untuk hidup, pendidikan harus menjadi hidup itu sendiri.

 

Last Updated ( Saturday, 20 February 2010 )
 
KESEHATAN MASYARAKAT PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Wednesday, 17 February 2010
There are no translations available

Kesehatan Masyarakat

Motto: Masyarakat Sehat dan Berkualitas  

Tingginya angka kemiskinan di Indonesia mengakibatkan munculnya berbagai masalah kesehatan. Karena itu sistem kesehatan harus lah dibuat sedemikian rupa sehingga berpihak kepada masyarakat miskin.

    Indonesia masih dibelit berbagai masalah kesehatan seperti tingginya angka kematian bayi, anak dan ibu, meningkatnya jumlah penduduk yang tidak memiliki fasilitas air dan sanitasi yang memadai, serta meningkatnya berbagai penyakit seperti malaria, demam berdarah, tuberkulosis, muntaber dan sebagainya.

    Belum lagi kemiskinan yang menyebabkan orang tua tidak mampu membeli makanan yang cukup  dan bergizi bagi anak-anaknya. Kekurangan gizi mengakibatkan otak anak-anak ii tidak berkembang, bahkan cacat dan tidak akan pernah pulih. Setiap kali seorang anak mengalami penderitaan demikian, hak asasi manusia telah direnggut dan dicampakkan, karena menjadi sehat adalah hak asasi setiap anak dan setiap orang.

    Anak-anak bergizi buruk tidak hanya tumbuh menjadi anak yang tidak bisa berkembang dengan baik melainkan juga kepandaiannya. Belum lagi kebiasaan buruk masyarakat dengan membuang hajat dengan sembarangan tempat adalah salah satu sumber penyakit bagi masyarakat miskin. Namun demikian, mahalnya obat-obatan dan terbatasnya akses air bersih serta pelayanan kesehatan bagi si miskin bukan satu satunya hal yang menyebabkan kualitas hidup kesehatan itu rendah, lebih daripada itu yang kita sebut sebagai Gaya Hidup.

    Untuk mencapai tujuan penigkatan kualitas hidup, yang harus dirubah adalah pandangan dan cara hidup masyarakat, tentang perlunya diciptakan dan dipelihara Lingkungan Hidup yang sehat, termasuk pula cara pola makan sehat bergizi.

Last Updated ( Saturday, 20 February 2010 )
 
The small hope in the midst of garbage in Sewan, Tangerang PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Wednesday, 14 January 2009
Active ImageChildren who live in the garbage land fill site has enjoyed the Early Education for Children which is not far for 4 years. In the previous place, they have 1 class, no playing field and we are proud to graduate 80 children from this place.

On December 2008, Pelita Harapan University built 1 kindergarten building which is about 500 meter from the previous place in Sewan. This school consist of 2 rooms, that is for library and computer room; 1 multi function room and 2 toilets and washing drains. 12 kinders and 50 tutorial students are happy to have this new classroom.

On January 2009, USAID and US Embassy do a health education and free medical assistance for 410 patients in this place. They taught for how to brush teeth, TB and recycling to the community.

'With his new place, children would not be bothered by garbage's smells. And the field can be used for them to play in. Thank you for Pelita Harapan University students who has a willingto build future generation so they might have a new dream', said Akwila, a teacher in Belajar Mandiri Kindergarten, Sewan, Tangerang.

 Would you like to adopt this children ?

Last Updated ( Thursday, 18 February 2010 )
 

Login Form






Lost Password?
No account yet? Register

PayPal Donation

Enter Amount:

Newsletter Subscribe






Who's Online

We have 1 guest online

Related Items

Newsflash